Sepasang kekasih itu menuruni angkot hijau. Sang wanita menyeka keringat di dahinya, lalu menghapus keringat kekasihnya. Hari itu demikian panas, walaupun hari masih pagi. Mereka bergegas menyeberang dan berjalan memasuki sebuah rumah.
"Kulonuwun..." ucapnya menyapa. Ia membuka sepatunya di depan teras dan mengetuk pintu depan.
"Oh ya, monggoo mas. Silahkan masuk..." mas Wawan mempersilahkan keduanya masuk. "Silahkan duduk Mas, maaf mesti menunggu sebentar karena Mbak Imel baru menuju kesini. Mungkin sebentar lagi sampai".
Frans dan kekasihnya tersenyum. Mereka duduk di tikar kami yang lusuh. Sanggar ini begitu sederhana. Tak ada apa2 untuk mengisi ruang tamu kami. Tak ada meja, kursi, lemari atau hiasan di dindingnya. Mungkin hanya beberapa lukisan pastel sederhana dari Mbak Harni guru lukis dan tari kami untuk memberi kesan ada kegiatan meskipun kenyataannya belum banyak yang belajar disini.
"Selamat pagi... Wah sudah datang ya..." Mbak Imel ganti menyapa mereka berdua dengan ramah. Dengan meletakkan tas peralatan riasnya ia ikut duduk di lantai. "Sudah lama ya?" tanyanya.
"Belum Mbak", gantian si wanita menjawab."Kita baru saja sampe kok".
Frans dan kekasihnya adalah tamu kita hari ini. Mereka datang jauh2 dari Cileungsi ke sanggar kami di Depok untuk dirias. Pagi ini mereka akan menikah setelah 8 tahun menjalin cinta. Mereka akan menikah di gereja Paulus yang letaknya selang beberapa rumah saja dari sanggar kami.
Sehari-hari anak muda itu bekerja di sebuah penggergajian kayu tradisional di Cileungsi. Entah dimana dan bagaimana ceritanya, Frans yang pemuda Ambon kemudian jatuh cinta pada kekasihnya(aku lupa siapa namanya) yang berdarah Batak. Hubungan mereka tak disetujui oleh keluarga si wanita. Tapi apakah yang dapat memisahkan ketulusan cinta?
"Sudah delapan tahun ini saya bekerja dan tinggal dengan orang Jawa di penggergajian mas." katanya tegas. "Saya belajar dari orang-orang jawa yang sanggup menderita dan sabar. Terpisah jauh dari keluarga di kampung hanya untuk mendapat rejeki halal yang gajinya tak seberapa. Kalau saya bergaul dengan saudara-saudarasaya mungkin saya sudah jadi preman di tanah abang."
Kami hanya termangu mendengarnya. Tak berapa lama beberapa kerabat Frans berdatangan. Sementara hanya seorang saudara sepupu kekasihnya nya yang diam2 hadir dalam acara nanti. Rupanya selain tak disetujui karena perbedaan adat. Frans juga begitu miskinnya hingga tak mampu membeli marga ataupun pesta. Itu sebabnya ia memilih Gereja Paulus agar mendapat keringanan biaya. Karena saudara sepupunya ada yang menjadi pendeta di Gereja itu. Pembicaraan berhenti karena mereka berdua harus berdandan.
***
"Halo semuanya. Siap-siap, ini pengantin perempuannya udah selesai dirias...." Mbak Imel menuntun mempelai wanita keluar dari kamar. Dalam busana kebaya dan kain sederhana gadis itu berjalan pelan keluar. Wajahnya tertunduk malu2 menatap ke depan.
Frans tertegun melihat kecantikan kekasihnya. Tiba2 ia berdiri dan berjalan cepat keluar. Kami terkejut dan berteriak bertanya.
"Mau kemana Mas?".
"Beli bunga!" jawabnya.
"Biar kami saja yang beli Frans", saudaranya berteriak. Tapi ia terus saja keluar setengah berlari. Duapuluh menit kemudian ia kembali dengan membawa seikat bunga di tangan. Ia harus berlari ke tiga tempat untuk mendapatkannya .
"Bunga ini untukmu", katanya pendek. Kekasihnya menerima karangan bunga sederhana itu dengan air mata yang hampir jatuh.
Pagi itu Frans dan Kekasihnya menikah. Pernikahannya berlangsung hikmat dengan dihadiri beberapa orang saja. Frans telah mewujudkan keteguhan hatinya. Tak mau dibantu apalagi disumbang. Sebelum berangkat ke gereja tadi ia memberikan sisa uang 120ribu rupiah sebagai upah capek mbak Imel.
"Habis ini mau diboyong kemana istrinya mas?" kami bertanya.
"Saya bawa ke barak di Cileungsi mas", jawabnya tanpa ragu. Sambil mengucapkan terima kasih, kedua mempelai menyetop angkot lalu pulang.
depok, 17 Agustus 2006
Thursday, October 05, 2006
Monday, July 17, 2006
Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Thursday, July 06, 2006
Take a Happy quiz!
| You Are 92% Happy |
It's unlikely that you know anyone happier than you. You know how to be happy, no matter what life throws at you. |
Tuesday, July 04, 2006
Monday, July 03, 2006
Persistence
"Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb. Education will not; the world is full of educated derelicts."
--Calvin Coolidge
John Calvin Coolidge adalah satu-satunya presiden amerika yang lahir pada tanggal 4 Juli. Di masa pemerintahannya Amerika mengalami masa keemasan. Salah satu hal yang membuatnya terkenal adalah gagasan jeniusnya untuk diam tak berbuat apa2. Hal itu membuat para pelaku bisnis dan berbagai pihak bebas melakukan kepentingan bisnisnya masing2.
Calvin Coolidge adalah seorang pembicara yang cerdas, namun sebagai pribadi ia dikenal sebagai orang yang tak banyak cakap. Legenda yang selalu diceritakan tentang beliau adalah saat rekan2nya bertaruh untuk membuatnya berbicara saat makan malam dalam setidaknya 3 kata. Ketika makan malam berakhir dan beliau diberitahu ttg taruhan itu, beliau cuma berkata"You Loose".
Beliau memiliki dua putera John Coolidge, lahir pada tahun 1906, dan Calvin Jr., lahir pada tahun 1908. Ketika Calvin Jr meninggal dunia karena sakit, Presiden sangat sedih. Banyak kalangan mengatakan keagungan sang presiden pergi dengan kepergian Calvin.
Saya tak akan memanjakan kalian dengan menyelesaikan terjemahan bebas ini di jam kerja saya yang begitu sempit. Dan saya pikir, kalian tidak harus membaca kisah beliau sedemikian detilnya untuk bisa terinspirasi. Namun bila masih tertarik, coba mampir ke:
http://en.wikipedia.org/wiki/Calvin_Coolidge
Adapun buat para lexophiles alias pencinta kata2 bisa juga langsung ke "Noted quotations". Ciao!
--Calvin Coolidge
John Calvin Coolidge adalah satu-satunya presiden amerika yang lahir pada tanggal 4 Juli. Di masa pemerintahannya Amerika mengalami masa keemasan. Salah satu hal yang membuatnya terkenal adalah gagasan jeniusnya untuk diam tak berbuat apa2. Hal itu membuat para pelaku bisnis dan berbagai pihak bebas melakukan kepentingan bisnisnya masing2.
Calvin Coolidge adalah seorang pembicara yang cerdas, namun sebagai pribadi ia dikenal sebagai orang yang tak banyak cakap. Legenda yang selalu diceritakan tentang beliau adalah saat rekan2nya bertaruh untuk membuatnya berbicara saat makan malam dalam setidaknya 3 kata. Ketika makan malam berakhir dan beliau diberitahu ttg taruhan itu, beliau cuma berkata"You Loose".
Beliau memiliki dua putera John Coolidge, lahir pada tahun 1906, dan Calvin Jr., lahir pada tahun 1908. Ketika Calvin Jr meninggal dunia karena sakit, Presiden sangat sedih. Banyak kalangan mengatakan keagungan sang presiden pergi dengan kepergian Calvin.
Saya tak akan memanjakan kalian dengan menyelesaikan terjemahan bebas ini di jam kerja saya yang begitu sempit. Dan saya pikir, kalian tidak harus membaca kisah beliau sedemikian detilnya untuk bisa terinspirasi. Namun bila masih tertarik, coba mampir ke:
http://en.wikipedia.org/wiki/Calvin_Coolidge
Adapun buat para lexophiles alias pencinta kata2 bisa juga langsung ke "Noted quotations". Ciao!
Wednesday, May 03, 2006
MAKIN TERANG BAGI KAMI
Widji Thukul
tempat pertemuan kami sempit
bola lampu kecil cahaya sedikit
tapi makin terang bagi kami
tangerang - solo - jakarta kawan kami
kami satu : buruh
kami punya tenaga
tempat pertemuan kami sempit
di langit bintang kelap-kelip
tapi makin terang bagi kami
banyak pemogokan di sanasini
tempat pertemuan kami sempit
tapi pikiran ini makin luas
makin terang bagi kami
kegelapan disibak tukar-pikiran
kami satu : buruh
kami punya tenaga
tempat pertemuan kami sempit
tanpa buah cuma kacang dan air putih
tapi makin terang bagi kami
kesadaran kami tumbuh menyirami
kami satu : buruh
kami punya tenaga
jika kami satu hati
kami tahu mesin berhenti
sebab kami adalah nyawa
yang menggerakkannya
Bandung 21 mei 1992
Selamat Hari Buruh 1 May 2006!
tempat pertemuan kami sempit
bola lampu kecil cahaya sedikit
tapi makin terang bagi kami
tangerang - solo - jakarta kawan kami
kami satu : buruh
kami punya tenaga
tempat pertemuan kami sempit
di langit bintang kelap-kelip
tapi makin terang bagi kami
banyak pemogokan di sanasini
tempat pertemuan kami sempit
tapi pikiran ini makin luas
makin terang bagi kami
kegelapan disibak tukar-pikiran
kami satu : buruh
kami punya tenaga
tempat pertemuan kami sempit
tanpa buah cuma kacang dan air putih
tapi makin terang bagi kami
kesadaran kami tumbuh menyirami
kami satu : buruh
kami punya tenaga
jika kami satu hati
kami tahu mesin berhenti
sebab kami adalah nyawa
yang menggerakkannya
Bandung 21 mei 1992
Selamat Hari Buruh 1 May 2006!
Subscribe to:
Posts (Atom)