Friday, July 03, 2009
Ideologi pembangunan
Ironisnya adalah kita juga bangsa yang lama banget diperalat oleh kata "Pembangunan" atau "Development". Bahkan kita pernah punya bapak pembangunan. Pembangunan itu nyatanya nol besar. Gedung2, waduk, jalan tol, pertumbuhan ekonomi yang diagung2kan serta swasembada beras yang terkenal itu cuma gumpalan-gumpalan awan mimpi yang ada di atas ubun2 kita. Ditiup sedikit saja buyar. Jadilah kita bangsa besar yang nelongso seperti sekarang ini.
Trus, apa yang diceritakan oleh Easterly tentang pembangunan? Monggo disimak ringkasannya.
Pembangunan
Ideologi adalah seperangkat tujuan atau gagasan (wikipedia). Ketika anda menceritakan sesuatu kepada orang lain untuk mempengaruhi cara berfikirnya mengikuti cara anda, ada ideologi di belakangnya. Masih dari wikipedia:
"...a set of ideas proposed by the dominant class of a society to all members of this society. The main purpose behind an ideology is to offer change in society..."
Ideologi adalah seperangkat gagasan yang diajukan oleh kelas yang dominan dari sebuah tatanan masyarakat kepada segenap anggota komunitas itu. Tujuan utama dari sebuah ideologi yakni menawarkan sebuah perubahan dalam kelompok masyarakat.
Demikian juga ideologi pembangunan. Ia berusaha menawarkan perubahan untuk mengatasi problema2 besar dalam masyarakat, mulai dari masalah kemiskinan, buta huruf, hingga pemerintahan tiran. Easterly, pernah bekerja cukup lama untuk WorldBank. Ia mengenal betul seluk beluk isu pembangunan. Memahami interaksi negara maju dan lembaga donor seperti WorldBank, PBB, USAID dengan negara dunia ketiga penerima bantuan.
Dalam pengalamannya, banyak sekali program-program bantuan gagal. Dana yang mengalir malah menciptakan korupsi di pemerintahan. Alih-alih menciptakan masyarakat madani, malah melanggengkan atau menciptakan tiran baru.
Beliau (baru) melihat bahwa gagasan "Development" adalah konsep yang jumawa, angkuh. Saya teringat seorang teman, mahasiswa Uganda yang sedang mengambil S3 di IPB yang merasa sangat terganggu dengan istilah "Third World", dengan istilah "Developed, Developing, Underdeveloped". Darimana datangnya istilah itu kalau bukan dari negara maju? Apakah suku pigmi di gurun kalahari termasuk underdeveloped? Atau orang2 Baduy yang kemana2 jalan kaki itu? Atau saudara2 kita di pegunungan Papua?
Kenyataannya sebagai sebuah konsep, "Development" sangat berhasil. Kita2 ini yang notabene ditetaskan oleh pendidikan ala Barat seperti menerima wahyu. Kita justru ikut mempraktekkan pendekatan ala negara maju dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Hasilnya kita menjadi kaki tangan ideologi.
Easterly menjadi kritisi teori Jeffrey Sach sebagai mahaguru pembangunan yang percaya bahwa negara-negara maju dapat membantu negara-negara miskin membuat perubahan dengan mengucurkan bantuan melalui lembaga donor termasuk PBB.
Padahal bantuan dari donor membuat orang jadi bebal. Orang menjadikan kemiskinan sebuah komoditi. Donor akan datang. Jadi kita tidak perlu berpikir keras untuk menyelesaikan masalah kita sendiri. Donor akan mengucurkan dana setelah kita mengajukan proposal. Tanpa kita sadari kita terjebak untuk melakukan apa yang dimaui donor. Karena apa yang tak ada dalam daftar mereka sudah tentu akan dicoret.
Konsep2 seperti Millenium Development Goals misalnya tampak seperti gagasan yang dipaksakan kepada negara2 miskin. Menyamakan kebutuhan rumah tangga kita dengan tetangga kita adalah usaha yang sia2 bukan?
Easterly melihat bahwa kita semua perlu diingatkan, bahwa ideologi pembangunan adalah pendekatan yang salah. Bila benar2 ingin mengenyahkan kemiskinan dari muka bumi, negara2 maju harus sadar dan mengubah cara pandangnya. Yaitu dengan menghargai kebebasan masing2 bangsa menentukan tujuan dan cara hidupnya sendiri. Bantuan pasti dibutuhkan, tetapi menghidupkan semangat kemandirian dalam batin sebuah bangsa adalah cara mujarab lolos dari kefakiran.
Sejarah
Biarpun sedikit usang, namun gagasan Easterly cukup menggelitik. Ia menggugah kita untuk segera ngeh, kalau kita ini jangan taklid dengan gagasan negara maju. Kita lupa bahwa pendidikan seharusnya membuat kita terus menerus mencari kebenaran sejati. Ya, betul bahwa revolusi perancis, revolusi amerika memberi inspirasi oleh pendiri bangsa Indonesia.
Gandhi sahabat pena Leo Tolstoi. Ia menulis berlembar-lembar surat untuk membahas "War and Peace'. Tapi Gandhi tetaplah Gandhi yang menenun pakaiannya sendiri. Yang dibvesarkan oleh kisah Ramayana dan Mahabarata. Berkunjunglah ke Istana Bogor untuk melihat koleksi buku bacaan Soekarno, atau ke museum Hatta untuk melihat perpustakaan Bung Hatta. Betapa kekayaan kultural dunia yang mempengaruhi pemikiran beliau justru memperkaya karakter mereka.
Bagi yang merasa gagasan Easterly terasa terlalu sinis, dan kurang data pendukung, bandingkanlah dengan pikiran dan fakta-fakta dari Paul Collier. Bagaimanapun saya setuju dengannya bahwa ideologi pembangunan harus segera masuk museum dan menjadi bagian dari sejarah. Dunia baru harus disusun dalam tatanan yang lebih masuk akal. Yang menghargai kebebasan setiap orang.
Demikian juga dengan kita. Bangunlah, mari tentukan tujuan hidup. Mari selesaikan masalah2, pekerjaan rumah kita sendiri. Raih kemerdekaan sekali lagi. Dan karena kita merdekanya sedikit belakangan, jadi kita bisa ambil yang bagus2, buang yang jelek2nya. Asiik :)
Disarikan dari:
Easterly:
http://www.nyu.edu/fas/institute/dri/Easterly/File/FP_Article0707.pdf
http://humaninfo.org/aviva/ch10.htm
http://www.nyu.edu/fas/institute/dri/Easterly/
http://www.econlib.org/library/Columns/y2007/Martinezdevelopment.html
http://www.foreignpolicy.com/story/cms.php?story_id=3861
http://www.paecon.net/PAEReview/issue43/Soderbaum43.pdf
http://www.unm.edu/~socdept/graduate/ballard.htm
Paul Collier:
http://users.ox.ac.uk/~econpco/
http://www.ted.com/index.php/talks/paul_collier_shares_4_ways_to_help_the_bottom_billion.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Collier
http://www.amazon.com/s?ie=UTF8&search-type=ss&index=books&field-author=Paul%20Collier&page=1
Jeffrey Sachs:
http://www.sachs.earth.columbia.edu/
http://www.earth.columbia.edu/endofpoverty/
http://en.wikipedia.org/wiki/Jeffrey_Sachs
http://video.google.com/videosearch?hl=en&q=jeffrey+sachs&um=1&ie=UTF-8&ei=uBY7SsqvI9a2jAe65K0Y&sa=X&oi=video_result_group&resnum=8&ct=title
Others:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ideology
http://en.wikipedia.org/wiki/Development_studies
http://en.wikipedia.org/wiki/Development_theory
Thursday, April 02, 2009
From awareness to funding: a study of library support in America
Oleh Jeny Johnson and Alice Sneary
Pada bulan November 2006, Bill & Mellinda Gates Foundation menganugerahkan dana sebesar USD 1,2 juta kepada OCLC untuk kegiatan evaluasi potensi kampanye meraih dukungan buat perpustakaan negara untuk meningkatkan perolehan pendanaan(funding) di Amerika Serikat. Grant tersebut digunakan untuk menyelenggarakan riset kualitatif dan kuantitatif yang luas terhadap para pemilih dan pejabat negara. Tujuannya terdiri dari dua hal:
- Untuk memahami faktor-faktor baik yang mendorong maupun yang membatasi dukungan terhadap pendanaan perpustakaan.
- Untuk memastikan agar kampanye dukungan perpustakaan dapat dilakukan lebih efektif untuk meningkatkan dan memelihara kelangsungan pendanaan bagi perpustakaan umum di Amerika Serikat.
Masalah Dana
Sekitar 80 persen anggaran perpustakaan umum di Amerika serikat berasal dari anggaran publik setempat. Namun banyak jasa pelayanan umum penting lain seperti, polisi,pemadam kebakaran,sekolah negeri,kesehatan umum, pemeliharaan jalan serta pemeliharaan taman umum juga diambil dari anggaran publik yang sama. Semua layanan publik ini sangat penting bagi kehidupan komunitas setempat dan kesemuanya menyedot perhatian dan sokongan dari para pemilih dan pemerintah setempat - namun seberapa banyak dan di mana kedudukannya dalam skala prioritas? Bagaimana para pembayar pajak dan pejabat terpilih berfikir tentang pendanaan layanan seperti ini? Apa harga yang harus dibayar? Bila demikian, seberapa tinggi ranking perpustakaan?
Seperti halnya layanan publik lainnya, perpustakaan menghadapi kendala finansial mulai dari meningkatnya biaya pelayanan kesehatan masyarakat, hingga meluasnya format konten, hingga semakin pesatnya pertumbuhan volume bahan pustaka yang perlu mereka sajikan untuk pengguna. Ketika jumlah kunjungan perpustakaan semakin meningkat di seluruh Amerika, dukungan pemilih pada referendum perpustakaan cenderung menurun secara stabil. Tanpa adanya intervensi, kesempatan untuk mengubah trend ini dan memperbaiki masa depan finansial perpustakaan akan berada dalam situasi yang serius.
Siapa yang harus menjadi sasaran perpustakaan dalam kegiatan advokasinya? Sebelum bergerak maju dengan usaha pemasarannya, pertanyaan-pertanyaan semacam ini harus dijawab terlebih dahulu.
Riset dan Temuan Penting
OCLC bermitra dengan lembaga rise dan marketing, Leo Burnett,untuk mengaplikasikan teknik-teknik pemasaran dan segmentasi pasar terhadap masalah pendanaan perpustakaan umum. Berikut ini temuannya:
- Banyak orang yang mengaku siap mendukung perpustakaan, namun hanya sedikit orang yang sungguh-sungguh berkomitmen melakukannya.
Ketika ditanya apakah merek akan ikut memilih, 74 persen mengatakan ya. Tapi hanya 37 persen yang benar2 berkomitmen.
- Banyak sekali orang yang tidak tau tentang Perpustakaan Umum mereka.
Mungkin banyak orang yang tau tentang layanan tradisional perpustakaan. Tapi sangat sedikit yang tau lebih banyak tentang layanan2 yang mutakhir.
- Pendukung perpustakaan yang paling kuat justru bukan pengguna perpustakaan yang aktif.
Ternyata tidak ada hubungannya antara keikutsertaan pada referendum dengan seberapa sering orang menggunakan perpustakaan. Melakukan advokasi untuk mendapatkan dukungan perpustakaan kepada "pengguna" perpustakaan dapat berarti memfokuskan usaha dan energi pada kelompok sasaran yang salah.
- Persepsi pustakawan merupakan faktor penentu dalam mendapatkan dukungan keuangan.
Pemilih yang melihat pustakawan yang berkomitmen kuat bekerja di perpustakaan mereka, sangat mungkin akan mendukung perpustakaan. Jadi, pustakawan yang akrab dengan kegiatan komunitasnya dapat melakukan perubahan.
- Kebanyakan pemilih melihat perpustakaan sebagai "penyedia informasi". Namun mereka yang menilai bahwa perpustakaan sebagai agen perubahan lah yang paling berpotensi meningkatkan pembayaran pajak untuk memberi dukungannya.
- Meningkatkan dukungan kepada perpustakaan tidak sertamerta berdampak pada penurunan dukungan anggaran pada layanan publik lainnya.
Sebuah perbandingan atas kesediaan pemilih untukpeningkatan nilai pajak guna mendukung berbagai fasilitas layanan publik, termasuk keamanan,kesehatan dan pendidikan menunjukkan bahwa pemilih yang mendukung pendanaan Perpustakaan Umum juga merupakan pemilih yang paling mungkin memberikan dukungan keuangan kepada polisi, pemadam kebakaran dan sekolah-sekolah.
Anda dapat menemukan lebih banyak detil dan temuan lainnya pada laporan lengkapnya. Berita baiknya adalah angka orang Amerika pada umumnya menempatkan perpustakaan umum pada posisi yang tinggi ternyata cukup signifikan. Hasil riset advokasi ini menunjukkan bahwa bila kita membidik sasaran pemilih dengan tepat dan melibatkan mereka dalam program advokasi kita,itu akan meningkatkan potensi pendanaan.
Unduh laporan tersebut di:
http://www.oclc.org/reports/funding/default.htm
Diterjemahkan oleh Bagus (listmanager_2 [at] yahoo [dot] com)
Sunday, March 29, 2009
Kasih Sayang
Kadang2 saya berangan2, andaikan saya kaya, pasti saya akan bisa menolong orang. Tidak ada yang meremehkan saya. Kekayaan bisa membuat semua orang menjadi ramah. Wanita2 cantik akan melirik dan senang berada di dekat saya. Dengan kekayaan saya akan membuat orang lain mengerjakan segala sesuatu untuk saya. Saya tidak perlu capek2 untuk segala hal.
Ketika saya naik bus reguler, metro mini, atau koantas bima yang berdesakan, saya kadang merasa begitu kuatir. Takut sekali dicopet. Takut berantem dengan pengamen yang berlagak baru keluar dari penjara atau mengaku korban kerusuhan ambon. Bagaimana seandainya saya harus berkelahi dengan salah satu pencopet dan berakhir dengan saya dikeroyok babak belur. Atau seperti teman saya yang dicus pipinya dengan obeng oleh penodong iseng.
Andai saja saya sekuat Arnold Schwarzeneger, atau sakti seperti Gatotkaca yang otot kawat, tulang besi, dengkulnya paron, ora tedas tapak paluning pande sisaning gurindo. Otot kawat, tulang besi, dengkulnya paron(baja tatakan pandai besi), nggak mempan palu nya pandai besi dan gerinda. Penjahat seperti itu pasti akan saya tempeleng bolak-balik sampai ngompol di celana.
Ketika teman2 mengajak saya berkunjung ke panti asuhan. Hal pertama yang mereka inginkan bukan apa2. Mereka cuma ingin digendong. Di pelukan atau menggemblok di punggung. Betapa permohonan yang sederhana. Mereka tentu saja sangat nakal, karena tidak ada orang yang memberi perhatian cukup untuk memandu mereka di alam dunia ini. Dengan naifnya mereka meraba2, yang baik dan yang benar, yang pantas, dan merespon kebutuhan batin dan fisik yang muncul dalam diri mereka dengan jujur.
Dalam suasana seperti itu, saya rasa, semua hati akan terketuk. Andai saja saya memiliki kuasa untuk menolong mereka. Andai saya punya tangan yang banyak untuk merangkul, membopong dan membiarkan mereka menggemblok sesuka hatinya di punggung dan bahu saya yang lebar. Bukankah akan indah melihat anak2 semacam itu bahagia seperti anak2 lain yang berbapak dan ibu? Andaikan kamu berada di sisi mereka ketika tidur, akan kau akan memetik sebuah kecupan, dongeng indah, tepukan lembut dan kidung pengantar tidur dari mimpi2 mereka?
***
Ketika saya berkunjung ke panti rehabilitasi mental, yah sebut saja Rumah Sakit Jiwa, saya sangat takut. Saya punya satu di rumah. Meski begitu, saya sama sekali tidak bisa membayangkan seperti apa suasana di sana. Saya begitu putus asa dalam jebakan masalah yang berkepanjangan ini. Itu yang membuat saya nekat berangkat sendirian untuk mengecek alamat yang diberikan oleh dokter Irmansyah. Saya begitu nekat hingga berbicara seperti berteriak kepada bapak, ibu dan adik2.
"Kalo nunggu2 abang2 gue yang laen, sampe kiamat, nggak bakal selesai!"
Bukan, bukan cuma marah. Saya rasa, itu benar2 teriakan putus asa. Saya merasa tenggelam begitu dalam dalam lumpur kesengsaraan ini. Dan makin dalam, hingga suatu saat kita terkubur. Tanpa satu orangpun mendengar kita berteriak minta tolong. Saya tidak mau tenggelam, saya ingin menyelesaikan ini sekarang, atau kita akan hancur.
Ketika angkot akhirnya berhenti di muka panti. Saya bingung mencari alamat itu. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya ketemu. Saya tidak melihat rumah, hanya pagar tinggi dengan kawat berduri di atasnya dengan gerbang tertutup plat baja yang seingatku berwarna hijau. Sebuah plang menunjukkan itu tempatnya. Saya mengetuk pintu pagar. Tak berapa lama seseorang membukanya dengan hati2 dan memandu saya memasuki halaman.
Sampai sekarang, saya tidak bisa menggambarkan bagaimana orang2 disana. Tidak seperti penulis yang bisa bercerita tentang pandangan mata yang kosong atau tatapan yang nanar. Saya sungguh2 tidak bisa menuliskannya. Setelah kakak saya akhirnya dirawat di sana. Saya berkesempatan menjenguknya. Saya tidak tau apakah dia sadar atau tidak. Tapi kami bercakap2 menanyakan kabar masing2. Kadang sambil menunggu dia keluar menemui saya, saya berjalan2 melihat lukisan2 dan prakarya para penderita. Ada kata2 dan harapan di satu dua lukisan. Lukisan yang agak kasar, tapi banyak juga yang indah dalam sudut pandang berbeda. Saat saya mengenangkannya sekarang, deretan peristiwa itu tidak hanya luar biasa. Namun indah, karena kepasrahan kami menjalaninya. Tentu saja kami terpaksa melalui itu semua. Kami hanya boneka yang bergerak karena benang2 digerakkan dari langit oleh Tuhan. Semua orang juga begitu kan?
***
Mungkin sekali, dunia ini digerakkan oleh dua hal, kemungkinan dan kenyataan. Kemungkinan membuat orang berangkat bekerja pagi2 mendahului ayam yang akan mematuk rejekinya. Kenyataan membuat orang pulang kerja dengan kepenatan dan jeritan stres yang membuat sambutan seorang istri seperti ejekan yang tajam. Atau sebaliknya, membuat hari itu menjadi serba mudah dan membuatmu ingin segera pulang memeluk keluarga dengan cinta.
Apa yang terjadi di keluarga saya, membuat saya begitu sensitif. Saya bisa menangis melihat pengemis di jalan, pedagang tua renta. Apalagi melihat orang gila yang kumuh dan telanjang mengembara kesana kemari. Pokoknya saya tidak bisa melihat kesusahan orang lain. Bila ada keping terakhir di saku saya, pasti akan saya berikan saat itu juga. saya tak perduli bila harus pulang jalan kaki berkilo-kilo.
Perlu waktu bertahun2 untuk sembuh, dan mencari keseimbangan yang tepat. Tidak cuma kakak saya yang harus dikembalikan ke realita dengan bantuan obat. Kamipun perlu waktu dan udara segar untuk akhirnya bisa mengistirahatkan jiwa kami dan mulai berfikir jernih.
Mereka yang berfikir kalau kekayaan, jabatan, kekuasaan, kecantikan akan melindungi mereka, adalah yang gila. Lebih gila dari kakak saya. Lebih gila dari saya yang merasa kalau memiliki kekuatan semacam itu akan membuat dunia ini lebih baik.
Padahal dunia ini menjadi lebih baik ketika saya memiliki rasa kasih dan sayang, ketika saya sendiri dalam kesusahan. Terlebih lagi ketika kita menyayangi keluarga dengan kata2 dan perlakuan yang lembut. Tidak seperti kami yang harus saling berteriak untuk menyampaikan perasaan dan gagasan.
Berandai2 memiliki kekuatan, kekuasaan, yang lebih dari orang lain bukanlah jawaban. Sama seperti janji politikus yang ingin mengubah dunia bila berkuasa. Dunia sudah berputar semestinya sebelum kita ada, sayangku. Dan akan terus begitu setelah kita pergi... Bila kita sungguh-sungguh ingin membuat dunia ini lebih baik, mari kita bersahabat dengan kasih sayang. Mari kita memohon percikan kemuliaan Ar Rahman dan Ar Rahiim dalam hati kita. Lakukan dengan cinta dan serahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah. Dunia pasti akan lebih indah, karena cinta menular lebih cepat daripada kolera.
Tuesday, December 30, 2008
Daftar NPWP
Sehari tadi ke kantor pajak buat daftar NPWP. Motoran ke cawang, taunya harus daftarnya ke KPP Pasar Rebo. Di Cawang dapet nomer 684, liat antriannya ngeri banget. Untung juga disuruh ke Pasar Rebo. Tapi ternyata di sana juga sama aja. Antrian panjang.
Ambil formulir, tapi gak bawa pulpen. Bodohnya :D Mau pinjam gak bisa karena semua orang lagi pada sibuk ngisi juga. Ada yang ngambilin formulir temen sekantor. Abis itu menyerahkan formulirnya ke petugas.
Nggak taunya cepet juga. Mereka hanya mendata dulu. Begitu balik dari warteg, duduk sebentar eh sudah dipanggil. Kartunya udah jadi. Hebat juga ya. Ini pasti karena ITnya sudah lumayan baik.
PR berikutnya, gimana bayar pajaknya tahun depan. Pekerjaan sebagai kuli kontrak kan nggak pasti. Kalo kontrak abis, siap2 cari ganti. Apa pemerintah bisa memfasilitasi hal2 kayak gitu? Pasti banyak pekerja kelas rendahan yang ikut susah. Saya agak skeptis ttg kebijaksanaan pemerintah terhadap buruh. Mengingat selama ini yang saya alami sendiri, hak2 buruh berada di nomer kesekian.
Mau gimana lagi, idealnya memang harus bayar pajak. Biar negara ini gak makin bangkrut karena pendapatan negaranya abis dipake piknik anggota DPR melulu atau dikorupsi pejabat negara lainnya. Dan kaum buruh yg bekerja di perkotaan nggak akan bisa menghindar juga dari jangkauan tangan pajak.
Jadi sementara ini berpikirpositif aja bahwa saya udah beritikat baik menyumbang dana pembangunan. Mungkin ini saatnya mengembalikan dana bergulir yang saya pakai untuk kuliah di UI dulu waktu masih bersubsisidi. Entah apakah pada saatnya nanti anak2 saya bisa kuliah di UI juga?
Siapa yang tau?
Setelah menyimpan kartu NPWP ke saku. Saya ngukur jalan, dari Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Pondok Gede, Bekasi, lalu berputar kembali lewat jalur Bantar Gebang, Cileungsi, Cibubur, Kranggan, lalu rumah. Fiskal 2,5 juta nggak ngaruh buat saya. Karena jarak jelajah saya juga cuma segini kok :)
Wednesday, December 17, 2008
Insiden Lempar Sepatu
Hihi, lucu juga baca berita2 yang mengikuti insiden lempar sepatu pak wartawan kepada pak Bush. Mulai dari yang langsung mebuat game-nya, menghadiagi gadis, sampai ada yang menawar sepatu 1,1 Miliar! Kenapa nggak disumbangin untuk keluarga pak wartawan aja? kan kalo saya liat di tivi keliatan menderita juga.
Kalo saya kepikir, nanti lama2 bakal ada demonstrasi lempar sepatu ke kedutaan amerika..! =))
Akhirnya dapet pelajaran juga kan? :D
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/18/09374135/Presiden.Brasil.Jangan.Melempar.Sepatu
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/18/1007429/Pelempar.Sepatu.ke.Bush.Dihadiahi.Gadis
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/17/09214533/Sepatu.Dilemparkan.ke.Bush.Ditawar.Rp.1.1.Miliar
Friday, December 05, 2008
Tools dasar untuk mengelola website
Pada tulisan ini saya berasumsi anda sudah membaca tulisan saya yang sebelumnya. Jadi anda sudah mendaftarkan nama domain yang anda inginkan dan menyewa space di webhosting. Dengan demikian anda akan dapat mempraktekkan semua penjelasan saya nanti langsung ke server yang anda sewa. Tenang, jangan takut duluan sama istilah2nya, ikuti saja petunjuk saya. Semuanya bakal jadi gampang.
Oh ya, tools alias software yang saya jelaskan di sini merupakan tools yang saya sering pakai. Saya tidak akan menjelaskan software seperti Macromedia Dreamweaver atau Microsoft Frontpage. Karena saya akan merekomendasikan beberapa Content Management Aplication gratis yang dapat dengan mudah anda unduh dan modifikasi sedikit untuk kemudian anda gunakan sebagai aplikasi web anda.
FTP Client
FTP kepanjangannya adalah File Transfer Protocol. Kata kuncinya adalah protocol, kurang lebih kita artikan sebagai "jalur".
Bayangkan anda sedang mengelola toko swalayan. Adabagian dari toko anda dimana barang2 dipajang di rak display. Dan ada bagian belakang, gudang dan kantor dimana semua persiapan sebelum barang dipajang, diberi label harga, hingga mengelola laporan keuangan.
Tentu saja anda ingin pengunjung melihat penataan yang indah dan teratur. Agar mereka dapat dengan mudah menemukan barang yang dibutuhkan, kemudian membeli sesuatu dari toko anda. Anda tak ingin mereka melihat betapa rumitnya pekerjaan menyiapkan barang di gudang belakang. Pintu depan toko anda mungkin saja sama besarnya. Tapi di depan, disiapkan untuk menangani volume pengunjung yang banyak. Seementara di belakang, disiapkan untuk lalulintas barang yang besar.
FTP adalah pintu gudang. Sementara Http adalah pintu depan dimana pengunjung akan mengakses website anda. FTP clients adalah software yang anda gunakan untuk bongkar muat file dari komputer anda ke/dari server yang anda sewa di webhosting.
Ada banyak software FTP yang gratis. Anda bisa mengunduhnya dari download.com. Cari saja dengan keyword "FTP". Contohnya coreftp.com, filezilla-project.org dan lain2.
Notepad dan Wordpad
Notepad dan wordpad adalah software pengedit text atau text editor. Bila merujuk dari wikipedia, notepad biasanya digunakan untuk mengedit system file. Karena ia mengedit text only, tidak menyertakan tag format atau style. Biasanya saya gunakan untuk mengedit file konfigurasi atau file yang diberi nama "config.*". Bisa berupa config.php atau berextention lainnya.
Nanti bila kita sudah sampai ke pelajaran, bagaimana menginstal aplikasi Content Management System seperti Joomla, pasti kita akan bertemu file configurasi bernama config.* tadi.
Wordpad, pengolah text yang lebih canggih dari notepad. Mungkin lebih mendekati pengolah kata seperti MS Word, namun lebih sederhana. Saya sendiri agak jarang mengedit text yang mengharuskan saya menggunakan wordpad. Karena Notepad sudah mencukupi.
Tapi ada saja text yang cukup panjang sehingga mengharuskan saya membukanya dengan Wordpad. Tidak usah saya jelaskan lebih jauh tentang aplikasi ini, silahkan membuka keterangannya di http://en.wikipedia.org/wiki/Wordpad.
Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah aplikasi pengolah citra. Dengan Adobe Photosop(PS) anda dapat mengolah gambar untuk keperluan website anda. Biasanya kita membutuhkan logo untuk reperesentasi identitas lembaga anda. Photo2 pendukung content yang harus ditata ulang ukuran dan besar filenya. Juga mempertajam atau menonjolkan aspek tertentu dari gambar yang akan diupload ke website.
Bila anda kesulitan mendapatkan photoshop karena harganya cukup mahal. Anda bisa menggunakan aplikasi lain yang tersedia gratis di internet. Misalnya GIMP atau Google Picasa. GIMP(http://en.wikipedia.org/wiki/GIMP) tidak hanya tersedia bagi pemakai linux, kini sudah ada juga yang berbasis windows. Sejelek-jeleknya nasib, anda bisa menggunakan online photo editing software untuk sejumlah fungsi dasar seperti meresize, bright dan contrast dan lain-lain. Lihat http://www.techcrunch.com/2007/02/04/online-photo-editing-overview/.
Ingat, elemen gambar adalah aspek yang sangat penting bagi sebuah website. Gambar dapat membuat suatu cerita menjadi lebih hidup. Picture paints a thousands words. Jadi, alokasikan sebagian waktumu untuk mempelajari program editing gambar.
Saya kira ketiga aplikasi ini sudah cukup. Dulu ada satu aplikasi yang disebut telnet atau remote login. Gunanya untuk mengakses server yang kita sewa dari jauh. Dari situ kita bisa merestart server atau database dari jauh. Namun sekarang akses ini umumnya tidak diberikan lagi oleh webhosting. Bila kita ingin merestart, tinggal menghubungi tecnical support saja. Mereka akan membuka jalur komunikasi berupa telepon, email, Yahoo messenger atau Googletalk. Serahkan semuanya kepada mereka. dengan demikian, sebagian ancaman security akan ditanggung oleh mereka.
===================
Next, mencari aplikasi CMS.....
Bagi yang udah master, tolong kasih feedback. Kali aja ada yang kurang2.
